Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat menjujung moral dan adat ketimuran yaitu kesopanan, keramahan serta etika yang baik dan dari situlah bangsa Indonesia sangat dikenal dan banyak wisatawan yang senang berkunjung ke Indonesia. Namun tampaknya hal tersebut sudah jarang ditemui apalagi pada generasi muda bangsa, banyak sekali dijumpai para pemuda tidak segan lagi berduaan dengan lawan jenis di tempat umum sehingga pada akhirnya terjadilah pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan atau sering orang bilang MBA ( Married By Accident ), serta sering kita jumpai anak-anak usia SD bertingkah laku layaknya orang dewasa seperti merokok, berkata jorok bahkan ada sampai yang berani minum minuman keras serta tawuran antar pelajar bahkan antar mahasiswa.
Mengapa hal itu sampai terjadi ? mungkin pertanyaan itu yang sering muncul di benak kita. Banyak hal yang menjadi penyebabnya salah satunya adalah pendidikan, pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan yang mencerdaskan bukan yang mendidik dalam artian pembelajaran yang selama ini dilakukan disekolah hanya bersifat bagaimana membuat anak pandai dalam mata pelajaran atau bersifat memandaikan peserta didik belaka tanpa memperhatikan moral peserta didik tersebut atau bersifat tidak mendidik. Banyak sekali orang pandai di Republik Indonesia namun kepandaian tersebut hanya di otak saja tetapi hati dan perilakunya tidak sama sekali mencerminkan sebagai orang yang pandai seperti para pejabat yang terlibat kasus korupsi mereka adalah orang-orang panadai yang mempunyai title pendidikan tinggi dan kepandaiannya tidak diragukan lagi, namun tidak diimbangi dengan moral yang baik akibatnya pejabat tersebut dengan beraninya mengambil uang negara yang bukan haknya dan merugikan negara. Tidak hanya akibat dari tidak diperhatikannya pendidikan moral dalam proses pembelajaran yaitu sering sekali kita jumpai anak-anak usia SD atau Sekolah Dasar bertingkah laku layaknya orang dewasa seperti merokok bahkan minum-minuman keras padahal mereka tahu bahaya dari merokok tapi tetap saja mereka lakukan.
Serta yang banyak diberitakan dalam televisi adalah maraknya tawuran antar pelajar bahkan antar mahasiswa beda jurusan atau beda kampus padahala kita tahu para pelajar dan mahasiswa tersebut adalah orang-orang yang pandai dan merupakan generasi penerus bangsa, mengapa harus perkelahian dalam menyelesaiakan masalah yang bersifat sepele yang bisa dirundingkan khususnya bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual dan barisan depan dalam menciptakan perubahan atau reformasi. Maka dari itu peran pendidikan amat penting tidak hanya dalam membuat pandai peserta didik tetapi juga dalam mendidik moral peserta didik seperti mengajarkan tata tertib baik di lingkungan sekolah, rumah, mengucap salam serta mencium tangan guru ketika bertemu, serta memaafkan teman yang salah dan masih banyak lagi. Dan hal tersebut dapat dimulai sejak usia SD kelas satu, ibarat kertas kosong apabila kita isi dengan tulisan jelek akan menjadi jelek sebaliknya jika ditulis dengan tulisan yang baik akan menjadi baik. Selain itu peran serta orang tua sangat diperlukan dalam mendidik anak agar menjadi anak yang bermoral.
Selain pendidikan peran serta agama sangat diperlukan, percuma saja jika pandai tetapi tidak beragama atau beragama tetapi tidak dilakukan dengan baik di dalam kehidupannya. Seperti kata pepatah berilmu tetapi tidak beragama buta, beragama tetapi tidak berilmu tuli. Karena agama merupakan pedoman hidup manusia dalam berdo’a kepada Allah serta dalam bermasyarakat, banyak sekali wanita muda yang hamil di luar nikah akibat dari pergaulan terlampau batas dan berujung pada sex bebas, sebetulnya mereka tahu kalau berzinah atau berhubungan badan dengan yang bukan mukhrimnya tanpa terikat tali pernikahan yang resmi merupakan dosa besar, tetapi mereka nekat melakukannya dengan alasan suka sama suka. Hal demikian terjadi karena kurangnya anak tersebut dalam mendalami dan memahami pendidikan agama, dengan pendidikan agama yang baik maka akan tercipta moral yang baik pula, maka dari itu perlunya penanaman pendidikan agama secara mendalam terhadap para generasi muda Indonesia yang merupakan negara Ketuhanan Yang Maha Esa atau mengakui adanya Tuhan Yang Esa.
Dan tayangan yang mengandung kekerasan, sex bebas dan tidak mendidik juga dapat mempengaruhi moral generasi muda kita. Indonesia merupakan negara yang dengan bebas memutar acara televisi berbeda dengan negara lain seperti Amerika warganya harus membayar atau berlangganan terlebih dahulu untuk bisa menikmati tayangan televisi. Dengan bebasnya tayangan televisi maka semakinbebas pula acara televisi yang diputar dan tidak semua acara televisi tersebut mendidik seperti sinetron yang kebanyakan mempertontonkan sikap permusuhan antar keluarga, sikap dendam yang berujung pada perkelahian bahkan pembunuhan, sifat sombong dan seenaknya sendiri serta sifat penindasan kepada yang lemah. Tayangan-tayangan seperti itu yang setiap hari ada di televisi dan dilihat oleh semua kalangan tak terkecuali anak-anak di bawah umur hal seperti itu yang bisa merusak moral pemuda Indonesia tak jarang mereka meniru apa yang diperlihatkan dalam sinetron tersebut.
Semoga hal-hal yang dapat merusak moral bangsa dapat segera diatasi baik dari segi pendidikan, agama serta peran serta para insan pertelevisian dalam menyajikan tayangan yang bermutu dan mengandung pesan yang baik namun itu semua juga perlu adanya kesadaran dari generasi muda dalam merubah sikap mereka yang mencerminkan ke-Indonesiaan dengan adat timurnya.yang sopan, santun, dan etika yang baik.
dikutif dari :
dalam artikel yg ditulis oleh saudara ferdi ini , jelas sekali terlihat kurangnya moral yg dimiliki generasi muda yang di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1.media (audio,visual dan audio visual ) yang sering kali membawa dampak buruk bagi penikmatnya .
2.Lingkungan Pendidikan , dimana Pendidikan di lingkungan keluarga,sekolah,dan masyarakat yg sudah mulai luntur penanaman pendidikan moral,dimana aspek kecerdasan intelektual lebih di utamakan namun aspek moral dikesampingkan.
3. Kurangnya pernan para pemuka Agama dalam memberikan pendidikan moral.
4. kurangnya kesadaran diri pada setiap individu akan pentingnya moral.
Oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan moral generasi muda yaitu :
1.Pemberian bekal ilmu Agama yang menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Moral sejak Usia dini dimulai dari lingkungan keluarga .
2.Sekolah sebagai wadah pendidikan formal berupaya lebih meningkatkan penanaman nilai-nilai moral .
3. Adanya kerjasama yang baik antara Pemerintah,Sekolah dan mAsyarakat dalam membangun moral generasi muda dengan membina kemitraan.
Demikian yg bisa saya sampaikan wabillahitaufik wal hidayah wassalamualikum wr.wb
Penulis


0 komentar:
Poskan Komentar