Di pagi yang cerah ,burung berkicau dengan merdunya , akupun bergegas bangun dari kasurku yang empuk . Setelah ku rapikan semua tempat tidurku ,akupun bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat kekampus. Jam sudah menujukkan pukul 7.00 wib , hari ini ada tes penerimaan Mahasiswa Baru (MABA) Di kampus ku tercinta ,kebetulan aku dapat tugas untuk membantu para dosen untuk mengawasi tes . Aku begtu bersemngat karena dalam benakku aku akan menemkuan teman baru, Sesampai di kampus ternayata aku terlambat peserta sudah mulai ujian tertulis dan temanku sudah terlebih dahulu dating sebut saja namanya Nikmah dan Nama ku sendiri ereyadi. Kami di beri amanah oleh para dosen untuk melaksanakan tugas itu . Setelah sekita 1 jam hasil tes lembar jawaban di kumpulkan kedapan akupun segera merapikan susunan lembar jawaban tersebut bersama nikmah.
Setelah ujian tertulis selesai peserta di beri waktu untuk istirahat, saat itulah pandanganku tiba-tiba terpaku pada seseorang yang bernama Intan gadis yang cantik , ketika tes lisan akan di mulai sembari meneunggu gliran akupun bercakap-cakap dengannya seputar dirinya, perbincqangan kami begitu menyenangkan dan nyambung meski sedikit malu-malu, tapi diantara peserta perempuan yang ku ajak ngobrol ternyata ada seseorang yang dari awal hanya diam saja, tidak ada bicara, dengan jilbab pink yang dia pakai membuatku jatuh hati padanya. aku mencoba menegurnya “ mba kog diam saja “ kata ku lalu dia menjawab “maaf kk aku g biasa ngomong bahasa banjar katanya, g begitu mengerti “ kata gadis itu .Maklum dari tadi aku berbicara dengan bahasa banjar. Lalu dalam hati tiba-tiba ada perasaan yang berbeda dan seperti ada aura yang terpcancar darinya yang membuat aku penasaran siapa dia gerangan, sampailah pada absent bernama Laila dan dia pun menyahut.
Wah….pikirku indah sekali namanya , dan lembut sekali tuturnya. Hatiku berdetak dan berdebar-debar . Tapi ku coba untuk menyembunyikan perasaanku , mungkin belum waktunya aku sampaikan , aku perlu waktu untuk lebih mengenalnya, dan waktu tes pun berakhir. Sampai itulah perkenalan singkatku dengan bidadari yang punya wajah yang sendu dan tutur yang lembut. Gadis impian yang aku dambakan kelak menjadi istriku.Hari itupun berlalu dengan indahnya seiring perputaran waktu.
Selesai……


0 komentar:
Poskan Komentar