Hakekat adalah ungkapan yang menyatakan suatu yang haq atau kebenaran. Kehidupan berasal dari kata hidup yang berarti perpaduan antara jiwa dan raga. Jadi hakekat kehidupan menurut Islam adalah berlangsungnya perpaduan antara jiwa dan raga selama berada di dunia dalam mengemban amanah sebagai khlaifah di muka bumi.
Dalam perjalan hidupku Begitu banyak rintangan dan ujian yang ku hadapi , jatuh bangun aku membuat prisai diri.Apa yang ku alami ini seseuai dengan firman Allah: “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cubaan. Dan hanya kepada Kami-lah kamu kembali.” (Surah al-Anbiya’, 21: 35).
Dalam hal ini Imam Ibnu Katsir menyatakan berkenaan ayat ini antaranya “Bahwa Allah akan menguji dengan kelapangan hidup dan kesusahan, dengan kesenangan dan ketakutan, dengan keselamatan dan bencana, yaitu supaya mereka kembali kepada kebenaran.” (Rujuk Shahih Tafsir Ibnu Katsir, jil. 3, m/s. 714-715).
Sejak mulai bernjak dewasa ketika duduk di bangku SMA aku mulai menuntut ilmu Agama , begitu banyak ilmu yang aku dapatkan karena selain di sekolah,aku juga belajar di majelis ilmu. Namun ilmu yang aku dapatkan tidaklah mampu aku terapkan dalam kehidupan sehari-sehari, begitu banyak perilaku aku yang bertentangan dan dilarang oleh Agama, Aku sadarai hal itu perlahan aku mulai memperbaiki diri , tapi namanya remaja sepertiku darah muda yang membara yang sedang berkelana mencari jati diri. Memang dalam hidup ini kita mempunya musuh yang abadi sampai akhir jaman nanti yaitu iblis,yang akan selalu menggoda manusia.
sebagimana Janji iblis dalam firman Allah:" Iblis menjawab, Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh. Iblis menjawab:’Karena Engkau menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka,dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al A’raaf: 14-17)
Sebagai remaja yang haus akan wawasan dan ilmu pengetahuan Tidak lah di pungkiri terkadang saya jatuh dalam kelalaian dimana saya berusaha mencari dan mencoba-coba hal yang baru , saya bergaul bebas dengan siapa saja dan dari kalangan apa saja , sehingga begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan dari pergaulan saya , sesaat saya tergelincir dan terjatuh maka saya cepat-cepat kembali bangun dan meluruskan diri,agar tak semakin larut . sungguh malang nasibku jikalau hamba berprilaku dan mengikut daripada iblis dan azal menjemput ,maka janji Allah kepada iblis : Allah berfirman: ‘Keluarlah kamu dari Surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa diantara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semua-nya.” ( Al A’raaf : 18 ) .Sungguh mengerikan apa yang akan di janjikan Allah bagi manusia yang mengikuti daripada iblis.
Dalam hidup ini , terkadang aku mengeluh kenapa Allah trus saja memberikan cobaan kepadaku ,mungkinkah karena aku terlalu banyak dosa sehingga Allah menurunkan azab padaku sebagai teguran. Mungkin ada sebahagian pihak yang menyatakan bahawa fenomena itu adalah merupakan sebahagian dari azab Allah yang melanda kaum yang tidak beriman dan suka melakukan maksiat. Maka, dengan itu ia diturunkan sebagai pengajaran buat mereka. Wallahu a’lam, pendapat seperti itu sebenarnya sama sekali kurang tepat dan memerlukan penelitian dari pelbagai sudut yang lain. Apakah kita mau menjadi juru bicara Tuhan?
Sebenarnya tragedi dan ujian seperti itu boleh juga turun kepada kaum yang beriman dan mungkin ssiapa saja. Sebagai golongan yang beriman dengan petunjuk yang benar, pertama-tamanya kita perlu meyakini bahawa itu semua terjadi adalah dengan izin Allah subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya (maksudnya):
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Surah at-Taghabun, 64: 11)
Alhamdulillah dengan membaca firman Allah itu hati ini sedikit lega , namun sebagai hamba yang tak luput dari dosa tetap saja hamba berdoa memohon ampun kepada Allah.
Tiada lain maksud dan tujuan Allah memberikan ujian kepada hambanya ialah agar hambnya selalu beribadah dan bertaqwa kepadanya. sebgaimana tujuan penciptan manusia ialah untuk menyembah dan beribdah kepada Allah .
Demikianlah, Allah menurunkan beberapa ujian dalam pelbagai bentuk kepada hamba-hambanya. Semuanya memiliki sebab dan tujuan yang sesungguhnya Dia sendiri lebih Mengetahui ke atas segala apa yang dilakukan-Nya. Di dalam al-Qur’an dan hadis itu sendiri menjelaskan perkara-perkara tersebut dalam pelbagai situasi dan keadaan. Malah, ianya turun sama ada dalam bentuk yang disukai mahupun yang sebaliknya. Biar apa pun keadaanya, semoga kita adalah sentiasa tergolong dalam kelompok yang sabar, redha, bersyukur dan mendapat perlindungan dari-Nya dalam apa jua hal.Hanya kepada-Nya lah kita berserah, dan kepada-Nya lah tempat kita kembali. Tiada daya serta upaya melainkan dengan izin dari-Nya. jadi ketahuilah hidup manusia secara hakikat segala baik dan buruknya semua telah ditetapkan oleh Allah , Namun sebagai manusia yang di beri akal hendaklah kita berusaha , dan berdoa untuk mendapatkan kridhoan-Nya. Apabila dalam penulisan terdapat kesalahan mohon saran dan krtik yang membangun dari pembaca.
wassalam .wr.wb
Cara Convert gambar ke tulisan dengan OCR online
2 hari yang lalu


1 komentar:
info menarik
Poskan Komentar